Surabaya, East Walkerz - Surabaya kembali menjadi saksi geliat anak muda dalam memajukan teknologi otomotif nasional melalui ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2025. Di antara deretan mobil dan motor konvensional, dua tim mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (UNAIR) tampil mencuri perhatian dengan karya kendaraan berbasis energi ramah lingkungan.
Salah satu booth yang ramai dikunjungi berada di bawah bendera ITS Automotive Team, yang menaungi lima sub-tim yakni: Antasena, Spektronics, Nogogeni, Anargya, dan Sapu Angin. Yusuf, salah satu anggota dari Antasena ITS Team menjelaskan, bahwa timnya fokus mengembangkan kendaraan hemat energi berbasis hidrogen. "Tahun ini kami highlight motor berbasis hidrogen yang bisa menggunakan kembali sisa pembuangan dari fuel cell, sehingga efisiensinya lebih tinggi," ujarnya. Mereka juga menampilkan mobil terbaru yakni Antasena Falcon, dengan peningkatan dalam sistem instrumentasi. Sementara itu, UNAIR tampil tak kalah semangat melalui tim EV-OS dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM). Tim ini memamerkan dua kendaraan andalan yakni: Go-Kart listrik yang menyabet Juara 2 di kompetisi PLN, serta sepeda listrik yang berhasil meraih Juara 1. “Kendaraan kami tahun ini mengedepankan desain futuristik dan performa yang optimal, terutama dari segi kecepatan dan ukuran,” ungkap perwakilan tim EV-OS.
Persiapan kedua tim untuk tampil di IIMS berlangsung dalam waktu singkat, sekitar dua hingga tiga minggu. Meski demikian, persiapan yang matang terlihat dari tampilan booth dan semangat menyambut pengunjung. “Kebanyakan pengunjung keluarga ayah, ibu, anak datang dan penasaran dengan kendaraan hidrogen kami,” tambah Yusuf. Selain inovasi teknologi, pengunjung juga dimanjakan dengan pengalaman interaktif. Tim ITS misalnya, mengadakan test ride motor hidrogen di sekitar area aftermarket. Sementara tim EV-OS UNAIR menyediakan merchandise eksklusif dan menjelaskan secara langsung teknologi yang mereka usung. Menurut tim EV-OS, respon pengunjung sangat antusias, terlebih karena UNAIR baru memulai pengembangan teknologi otomotif dan menjadi satu-satunya perwakilan dari kampus tersebut di acara ini.
Dari sisi penyelenggaraan, kedua tim memberikan apresiasi pada perbaikan lokasi dan tata letak acara. “Tahun ini lebih nyaman karena indoor. Tahun lalu kami ditempatkan di area test drive yang sepi. Sekarang kami di dekat main hall dan lebih ramai,” ungkap Yusuf. Tim EV-OS pun menyebut kehadiran konser dan meet and greet menjadi daya tarik tambahan di luar teknologi. Meski belum fokus pada penjualan kendaraan, kedua tim berharap partisipasi mereka bisa membuka peluang sponsor dan kolaborasi lebih luas. “Kami berharap dari IIMS ini bisa bangun engagement dan dapat dukungan lebih banyak,” tutup perwakilan tim EV-OS.
IIMS Surabaya 2025 bukan sekadar pameran otomotif, melainkan panggung pembuktian bahwa inovasi dan semangat anak muda Indonesia punya tempat untuk bersinar. Dari hidrogen hingga listrik, mereka bukan hanya membangun kendaraan mereka juga sedang menggerakkan masa depan.
Penulis: Callula Veda R. | Editor: Fany Agustin Fadhila


