Panggung Piala Rektor 2025 (East Walkerz / Fany Agustin F.)
Surabaya, East Walkerz - Ajang tahunan Piala Rektor yang selalu dinantikan oleh mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur, kini tengah menjadi sorotan. Setelah dua tahun vakum, piala rektor kembali hadir di tahun 2025 ini dengan sejumlah hiruk pikuk yang mulai mencuat ke permukaan. Menjelang gelaran tahunan yang akan dimulai pada tanggal 16 Mei 2025, sejumlah peserta mengeluhkan ketidaksiapan panitia yang dinilai tergesa-gesa dalam menyusun agenda kegiatan. Persiapan yang mendadak dan regulasi yang tidak jelas dianggap menyulitkan peserta dan menurunkan kualitas kompetisi.
Forum yang diadakan secara mendadak pada bulan April lalu bersama dengan perwakilan BEM Fakultas ataupun Himpunan Mahasiswa dari program studi menjadi titik utama adanya ajang ini yang memicu keresahan di kalangan perwakilan fakultas. Dalam forum tersebut, panitia yang memaparkan jenis cabang olahraga serta timeline kegiatan tanpa banyak ruang diskusi membuat sejumlah peserta keberatan karena waktu persiapan yang dinilai sangat terbatas. Setelah mendapatkan banyak respons negatif, akhirnya jadwal sempat diundur. Namun, keputusan tersebut belum cukup memberi ruang napas bagi para peserta.
Kondisi diperburuk dengan belum turunnya regulasi teknis dari beberapa cabang lomba. Hal ini tentunya menyulitkan para peserta untuk melakukan persiapan maksimal, terutama untuk cabang olahraga yang memerlukan pelatihan khusus dan pemahaman aturan kompetisi. “Sampai hari ini beberapa cabor memang belum ada regulasi jelasnya. Utamanya untuk cabor baru seperti Dayung dan Senam Kreativitas. Ini yang jadi PR sih.” tambah B saat diwawancarai pada 07 Mei 2025.
Banyak mahasiswa menilai bahwa keterlambatan ini mencerminkan kurangnya perencanaan dari panitia. Pada akhirnya banyak spekulasi hadir dari para mahasiswa yang membuat mereka merasa bahwa Piala Rektor tahun ini terkesan dipaksakan berjalan meskipun dari segi teknis belum matang. Namun, di tengah kondisi yang tidak ideal ini, semangat peserta tidak luntur. Di berbagai fakultas, latihan dan seleksi tim sudah mulai berjalan. Bak dikejar waktu, mereka mulai memastikan kesiapan masing-masing tim untuk menghadapi kompetisi bergengsi ini.
Pihak panitia sendiri belum memberikan penjelasan baru terkait keterlambatan regulasi di beberapa lomba. Namun, mereka sebelumnya menyebutkan bahwa proses penyusunan aturan masih dalam tahap koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Terlepas dari berbagai kendala, mahasiswa dari berbagai fakultas membuktikan bahwa semangat kompetisi dan solidaritas tetap menyala di tengah segala keterbatasan yang ada.
Forum yang diadakan secara mendadak pada bulan April lalu bersama dengan perwakilan BEM Fakultas ataupun Himpunan Mahasiswa dari program studi menjadi titik utama adanya ajang ini yang memicu keresahan di kalangan perwakilan fakultas. Dalam forum tersebut, panitia yang memaparkan jenis cabang olahraga serta timeline kegiatan tanpa banyak ruang diskusi membuat sejumlah peserta keberatan karena waktu persiapan yang dinilai sangat terbatas. Setelah mendapatkan banyak respons negatif, akhirnya jadwal sempat diundur. Namun, keputusan tersebut belum cukup memberi ruang napas bagi para peserta.
Penulis: Fany Agustin Fadhila | Editor: Cetryn Manura S.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar