5/31/2025

Antusiasme Warga Serbu KEPO Asian Culinary di Galaxy Mall Surabaya

Suasana KEPO Asian Culinary (East Walkerz/Cetryn Manura S.)

Surabaya, East Walkerz – Suasana berbeda tampak di atrium Galaxy Mall 3 Surabaya dalam sepekan terakhir. Deretan stan makanan dari berbagai negara Asia berdiri berjajajar menyambut antusiasme pengunjung yang ingin mencicipi ragam kuliner Asia. Festival bertajuk KEPO Asian Culinary ini berlangsung sejak 26 Mei hingga 1 Juni 2025, dan langsung menjadi magnet kuliner baru bagi warga Surabaya dan sekitarnya.

Festival ini menampilkan puluhan stan makanan dari Jepang, Korea, Thailand, hingga Malaysia. Selain itu, ragam menu khas beberapa daerah di Indonesia juga turut hadir dalam festival ini menjadi pilihan pengunjung yang ingin menikmati cita rasa Asia tanpa harus bepergian ke luar negeri. Tidak hanya menyuguhkan kuliner, adanya festival ini juga memperkenalkan kekayaan budaya dari berbagai negara lewat tampilan visual tenant yang dikemas secara apik agar pengunjung merasakan atmosfer seperti berkeliling Asia dalam satu tempat.

Salah satu pengunjung, Diah, mengaku sengaja datang ke Galaxy Mall untuk mencicipi makanan yang jarang ia temui sehari-hari. “Awalnya lihat banner yang ada di depan mall karena sering lewat pas berangkat kerja, terus saya langsung tertarik. Saya penasaran sama makanan Thailand dan beberapa makanan lainnya. Tadi saya beli beberapa makanan Thailand yang pengen sekali saya coba,” ujarnya.

Diah juga mengatakan, adanya festival kuliner seperti ini memberikan pengalaman kuliner yang menarik. “Saya senang sekali kalau ada acara seperti ini, biasanya setiap ada festival kuliner saya pasti berkunjung dengan keluarga,” tambahnya.

Dengan deretan pilihan kuliner dari berbagai negara Asia, KEPO Asian Culinary di Galaxy Mall menjadi destinasi yang tak hanya memanjakan lidah, tapi juga memberikan pengalaman bersantai sembari menikmati berbagai hidangan dan budaya bersama keluarga di akhir pekan. Suasana hangat, menu variatif, dan kemasan acara yang ramah pengunjung menjadikan festival ini memiliki daya tarik tersendiri bagi warga Surabaya selama sepekan.

Penulis: Cetryn Manura Suprapti | Editor: Ulul Divani Azmi


5/30/2025

Surabaya Membara: Liga basket POMPROV III 2025 digelar di Universitas Surabaya!

 


Pomprov Basket III 2025 (East Walkerz/Izzatu Lailatil Maghfiroh)

Surabaya, East Walkerz – Surabaya sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, yang akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) III pada tahun 2025, dengan cabang olahraga basket menjadi salah satu sorotan utama.

Acara ini diadakan untuk mempromosikan olahraga di kalangan mahasiswa dan meningkatkan prestasi atlet muda di tingkat provinsi. Dalam Pomprov III ini, berbagai universitas dari seluruh Jawa Timur akan berkompetisi memberikan kesempatan bagi para atlet untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka di lapangan.

Universitas Surabaya (Ubaya) akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) III pada tahun 2025, dengan cabang olahraga basket menjadi salah satu fokus utama dalam acara tersebut. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu minggu, mulai dari tanggal 28 Mei hingga 4 Juni 2025.

Ubaya dipilih sebagai arena pertandingan bola basket dengan fasilitas yang telah disiapkan sesuai standar internasional, termasuk ruang ganti, area medis, dan aksesibilitas yang ramah bagi seluruh peserta. Keterlibatan dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa sebagai panitia, relawan, tenaga medis, serta pendukung teknis dan keamanan juga menjadi bagian penting dalam menjamin kelancaran acara ini.

“ Pomprov taun ini adalah taun pertama saya ikut andil dan berpartisipasi di dalamnya, pertama kalinya juga surabaya menjadi tuan rumah Pomprov pada season III ini. Saya membela kampus bela negara dalam nomor lomba basket 5x5, dan Fasilitas di Ubaya sangat mendukung pertandingan sehingga kami optimis bisa tampil maksimal. Selain itu, atmosfer bertanding melawan tim terbaik dari universitas lain memacu kami untuk tampil dengan strategi yang matang dan kerja sama tim yang solid," ujar Olivia, salah satu atlet dari tim basket UPN.

Pertandingan bola basket di Ubaya meliputi 3x3 dan 5x5 yang akan menjadi tontonan menarik bagi para penggemar olahraga di Surabaya. Dengan dukungan fasilitas lengkap dan atmosfer kampus yang hangat, POMPROV III Jatim 2025 diharapkan dapat menjadi ajang pembinaan dan pencarian bibit unggul atlet mahasiswa yang kelak dapat mengharumkan nama Jawa Timur di kancah nasional maupun internasional.

Melalui Pomprov III, Ubaya ingin menumbuhkan semangat persaingan yang sehat di antara mahasiswa, serta memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di kalangan generasi muda. Selain itu, dengan adanya acara ini, diharapkan akan lahir atlet-atlet berbakat yang dapat berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional, sehingga meningkatkan prestasi olahraga Indonesia secara keseluruhan.

Penulis : Izzatu Lailatil Maghfiroh

Pererat Silaturahmi Warga Surabaya, Pemkot Surabaya Gelar "Surabaya Pestapora 2025"



Dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Surabaya ke 732, Pemerintah Kota Surabaya kembali menghadirkan Surabaya Pestapora “Festival Tepi Pantai”. Festival yang memasuki gelaran keduanya ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Ikhsan, di Taman Hiburan Pantai Kenjeran, Jumat malam (29/5/2025).

“Festival ini kami selenggarakan untuk mempererat silaturahmi, merayakan kreativitas warga, dan tentunya menikmati indahnya kebersamaan di tepi pantai Kenjeran,” ujar Ikhsan saat pengukuhan acara.

Digelar hingga 1 Juni 2025, festival ini menyuguhkan beragam pilihan hiburan; mulai dari olahraga pantai, santapan kuliner khas Surabaya, pertunjukan musik, area permainan, hingga thrift shop. Ikhsan mengajak seluruh warga untuk aktif berpartisipasi. “Ayo ikut kompetisi olahraga, cicipi kuliner lokal, nikmati musiknya, dan mainkan gamenya,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap festival ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal sekaligus mempererat ikatan sosial antarwarga. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan berkontribusi dalam penyelenggaraan Surabaya Pestapora,” tambahnya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa pada festival kali ini dihadirkan 30 cabang olahraga, termasuk panahan, catur, panjat tebing, serta esport (29/5/2025) sebagai tanda dimulainya berbagai perlombaan.

Tak hanya itu, Pemkot juga bekerja sama dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Surabaya untuk membangkitkan kembali permainan tradisional. Sebanyak 11 tim berpartisipasi dalam lomba hadang, dan 8 tim berlomba tarik tambang, diikuti pelajar dari SD hingga SMP. “Ini merupakan wujud komitmen kami dalam melestarikan olahraga tradisional dan meramaikan Surabaya Pestapora 2025,” jelas Hidayat.

Akses masuk ke area festival di sisi utara THP Kenjeran digratiskan, sesuai keinginan Wali Kota agar acara ini dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Hidayat juga menghimbau pengunjung agar senantiasa menjaga kebersihan dan keamanan.

“Semoga Surabaya Pestapora ini tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi magnet ekonomi dan ruang berinteraksi yang memperkuat semangat kebersamaan di perayaan HJKS ke‑732,” tutupnya.


Reporter: Najwa Aisyah S.

5/29/2025

Suara dari Kantin: Kenyataan yang Pengap diantara Harapan yang Mengudara

Surabaya, East Walkerz - Kantin biasanya menjadi tempat favorit para mahasiswa melepaskan lapar dan penat ketika sudah lelah mengikuti kegiatan perkuliahan. Terkadang tak hanya itu saja, banyak mahasiswa yang memanfaatkan kampus menjadi tempat berkumpul bersama dengan teman, berbincang, serta melepas tawa bersama para sahabat. Begitu juga dengan mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur, mereka juga melakukan hal yang sama seperti mahasiswa di universitas lainnya. Mereka menghabiskan waktu di kantin yang dibayangkan memiliki tempat yang nyaman serta suasana yang hidup. Tapi siapa yang menyangka, kenyataannya kantin di UPN Jawa Timur membuat mahasiswa bersuara. Bukan suara bangga, namun suara yang menyatakan saran. Ini bukan bentuk kebencian mahasiswa terhadap kampus, namun bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kampus yang mereka tempati untuk menimba ilmu.

Popriela, salah satu mahasiswa yang menjadi narasumber kami menyatakan bahwa “kantin seperti ini dengan cakupan sekampus sangat tidak memiliki fasilitas yang memadai”. Hal ini sangatlah terlihat jelas dengan ukuran kantin yang tidak terlalu besar. “Fasilitas tempat duduk yang sangat minim, ventilasi yang kurang sehingga terasa pengap, dan pendingin atau kipas yang tidak pernah dibersihkan jadinya udara yang masuk menjadi kotor membuat kita kurang betah berlama-lama di kantin” ujar Popriela (22/05/2025). “Pastinya kantin seluas seperti itu sangat tidak bisa menampung jumlah mahasiswa UPN yang begitu banyak, terkhususnya ketika jam makan siang, dimana mahasiswa pasti berlomba-lomba menuju kantin untuk membeli makanan. Selain itu kebersihan kantin jarang banget diperhatikan, letak pembuangan sampah besar yang letaknya kurang bagus karena ada di tengah-tengah kantin 1 dan kantin 2 membuat bau yang menyebar dan bisa saja bakteri penyakit tersebar di kantin yang tidak sesuai dengan standar kebersihan” ucap Bernanda sebagai narasumber kami yang lainnya (22/05/2025). Jika dilihat, jalan untuk orang lewat juga terlalu kecil, termasuk jaringan di kantin yang jelek, serta toilet umum di kantin yang sama sekali tidak dirawat bahkan banyak fasilitas toilet yang rusak, ini merupakan keluhan mahasiswa UPN jawa Timur lainnya. Melihat banyaknya permasalahan kantin, seharusnya menjadi fokus utama kampus dalam memperbaharui lingkungan kantin yang nyaman.

Namun mahasiswa tidak berhenti hanya di kritikan terhadap kampus saja, tetapi para mahasiswa juga bersuara mengenai saran yang diharapkan menjadi pertimbangan oleh pihak kampus. Salah satu saran kak Jodi yang mewakilkan seluruh mahasiswa UPN Jawa Timur adalah memperluas area kantin. “Menurut saya sih, yang paling pas itu kantin UPN ini diperluas. Dah itu aja” ujar kak Jodi (25/05/2025). Dengan kapasitas mahasiswa yang semakin bertambah setiap tahunnya, membuat ukuran kantin yang tidak bertambah terlihat semakin kecil dan padat. Jika perlu ada kantin di setiap fakultas untuk mencegah penumpukan mahasiswa, tendik, dll. Saran ini bisa membantu keefektifan para mahasiswa dalam membeli jajanan atau makanan di kantin.

Tak hanya keluhan dari mahasiswa, ternyata dari pihak pedagang yang berjualan di kantin UPN Jawa Timur juga memiliki keluhan yang hampir sama dengan para mahasiswa. “Keluhan kita sebagai pedagang itu ke fasilitasnya, kipas yang sedikit terus ga semua bisa nyala sehingga membuat kantin terasa panas, kebersihan yang kurang terjaga, ukuran stand yang terbilang termasuk kecil serta harga sewa yang sedikit mahal. Itu si mbak yang paling terasa di kita” ujar Mak Leni, salah satu pedagang makanan berat di kantin UPN Jawa Timur (24/05/2025). Ternyata selama ini, masih ada keluhan pedagang yang mungkin belum pernah didengarkan. Bahkan kursi dan meja yang ada di kantin mereka sediakan dengan modal sendiri, yang mana itu seharusnya dimodali oleh pihak kampus demi kenyamanan bersama. Baik mahasiswa maupun pedagang, kenyamanan tetap harus diperhatikan. Serta tidak menutup kemungkinan juga para dosen membeli makan di kantin juga. Dengan kondisi seperti itu, dapat dipastikan para dosen atau staf kampus juga akan merasa kurang nyaman berada di kampus.

Melalui artikel ini, para pedagang juga ingin menyampaikan pesan mereka bagi para mahasiswa yang ada di UPN Jawa Timur akan hal kesadaran tentang menjaga kebersihan kantin serta menjaga fasilitas kantin. Dikarenakan hal ini tidak hanya tanggung jawab para pedagang saja, namun semua orang yang datang ke dalam kantin. Sikap peduli ini akan menciptakan lingkungan kantin yang lebih layak digunakan bersama. Dengan melakukan hal-hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak meninggalkan sampah di meja yang mereka tempati, dan tidak merusak fasilitas yang ada di kantin. Mungkin terlihat kecil, namun tindakan kecil ini akan berdampak besar bagi banyak orang. Jika kantin bersih, setidaknya itu mampu meningkatkan rasa kenyamanan ketika berada di kantin. 


Kirab Budaya, Ruwatan, dan Wayang Kulit dalam Rangka Menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ke-732



Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar rangkaian acara budaya yang kaya makna dan penuh khidmat, Pada Rabu malam, 28 Mei 2025. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732, bertempat di pelataran Tugu Pahlawan menjadi saksi kemeriahan Kirab Budaya, prosesi Ruwat Sekertaning Bumi, serta Pagelaran Wayang Kulit Empat Dalang yang menghadirkan nuansa Jawa kental dan suasana sakral yang mendalam.

Acara dimulai dengan Kirab Budaya yang melibatkan puluhan seniman, budayawan, dan komunitas budaya yang datang dari berbagai penjuru Surabaya. Mereka membawa berbagai simbol budaya dan gunungan tumpeng yang menjadi lambang kesejahteraan serta harapan bagi masa depan Kota Surabaya. Kirab ini tidak hanya sekedar parade, melainkan sebuah ritual kolektif yang menghubungkan masyarakat dengan akar budaya dan sejarah kota yang penuh semangat perjuangan.

Suasana semakin hidup dan meriah dengan kehadiran pertunjukan Reog khas Jawa Timur yang turut menyambut pengunjung yang malam itu turut hadir di dekat pintu masuk Tugu Pahlawan. Atraksi seni tradisional ini tidak hanya jadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga simbol dari kekayaan budaya lokal yang terus dilestarikan. Dentuman musik karawitan yang mengalun lembut dan suara gamelan yang berpadu, membangkitkan nuansa etnik khas Jawa yang begitu kental di malam hari itu. Tak hanya itu, semerbak aroma kemenyan turut tercium dari setiap sudut area membuat area sekitar Tugu Pahlawan semakin magis dan sakral.

Puncak dari rangkaian acara di malam ini adalah prosesi Ruwat Sekertaning Bumi, sebuah ritual adat Jawa yang diwariskan secara turun - temurun sebagai bentuk permohonan keselamatan dan keharmonisan semesta. Tujuan dari prosesi ini adalah untuk membersihkan dan melindungi kota dari segala bentuk marabahaya dan energi negatif yang diyakini dapat mengganggu keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat. Prosesi ini menggunakan bahasa Jawa sebagai media komunikasi spiritual, yang semakin memperkuat nuansa tradisional Jawa dan autentik acara. Melalui prosesi ini, masyarakat yang turut hadir diajak untuk kembali merenungi keterhubungan manusia dengan tanah dimana mereka berpijak, dan pentingnya menjaga harmoni antara sesama makhluk hidup dan lingkungan.

Dalam prosesi ini, pembacaan doa bersama menjadi momen sakral yang mengajak seluruh peserta dan warga untuk bersatu dalam harapan dan doa demi keselamatan serta kemakmuran Surabaya. Selanjutnya Purak tumpeng, yaitu pembagian tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan menandai rasa kebersamaan atas berkah yang telah diberikan kepada kota.

Musik campursari yang mengiringi prosesi menambah kehangatan dan kekhidmatan suasana. Alunan musik yang merupakan perpaduan gamelan tradisional dengan instrumen modern ini menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini, sekaligus menghidupkan semangat budaya Jawa yang kuat di tengah masyarakat urban Surabaya.

Setelah prosesi ruwatan, warga dan pengunjung disuguhi pagelaran wayang kulit yang unik dan istimewa. Empat dalang, yang sebagian besar adalah anak-anak kecil, tampil bergantian menghidupkan cerita pewayangan yang sarat dengan nilai moral dan filosofi kehidupan. Kehadiran dalang cilik ini menunjukkan regenerasi dan pelestarian budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Surabaya.

Pagelaran wayang kulit ini bukan hanya sekedar hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya yang menghubungkan generasi muda dengan warisan leluhur. Suara gamelan yang mengiringi setiap adegan, ditambah dengan dialog dalam bahasa Jawa yang fasih, membuat suasana semakin hidup dan membawa penonton masuk ke dalam dunia pewayangan yang penuh makna.

Seluruh rangkaian acara dari awal sampai akhir terasa sangat sakral dan khidmat, dengan vibes Jawa yang masih sangat kental. Bau kemenyan yang menyebar terbawa angin malam, bunyi gamelan yang merdu, serta penggunaan bahasa Jawa di seluruh prosesi dan pagelaran, menciptakan atmosfer yang tidak hanya meriah tetapi juga penuh penghormatan terhadap tradisi dan leluhur.

Kehadiran komunitas seni tradisional dan anak-anak yang menjadi dalang dan pemain karawitan menunjukkan betapa budaya Jawa masih hidup, berkembang, dan dilestarikan  di tengah masyarakat modern Surabaya. Ini menjadi bukti nyata bahwa Kota Pahlawan tidak hanya maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga kaya akan nilai-nilai budaya yang terus dijaga dan diwariskan.

Kirab Budaya, Ruwatan Sekertaning Bumi, dan Pagelaran Wayang Kulit Empat Dalang di pelataran Tugu Pahlawan pada malam 28 Mei 2025 menjadi momen penting dalam perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ke-732. Acara ini tidak hanya memperingati sejarah dan perjuangan kota, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya Jawa yang kaya makna.

Melalui ritual yang khidmat, musik yang merdu, dan pagelaran seni yang memukau, warga Surabaya diajak untuk bersama-sama merenungkan makna kebersamaan, doa, dan harapan demi masa depan kota yang lebih sejahtera dan bermartabat. Tradisi ini menjadi pondasi kuat yang menguatkan identitas budaya Surabaya sebagai Kota Pahlawan yang penuh semangat dan kebanggaan.


Editor dan Penulis: Citra Permata dan Felisia Lauren

5/26/2025

Surabaya Vaganza 2025: Parade Budaya Pukau Ribuan Warga

Semarak Surabaya Vaganza (East Walkerz/Alyadita Nora H.)


Surabaya, East Walkerz – Kota Surabaya kembali semarak dengan gelaran Surabaya Vaganza 2025, parade budaya tahunan yang menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ke-732. Mengusung tema “Surabaya Tangguh dan Harmoni”, acara ini memadukan kekayaan tradisi dan sentuhan kreativitas modern, mencerminkan semangat persatuan dan daya juang warga Kota Pahlawan. Digelar pada Minggu, 26 Mei 2025, rute dari Tugu Pahlawan hingga Balai Pemuda disulap menjadi panggung terbuka yang dipenuhi warna, gerak, dan antusiasme. Sejak pagi, ribuan orang telah memadati sisi jalan. Suasana terasa hidup dan penuh keceriaan. Anak-anak duduk di pundak orang tua, remaja sibuk merekam momen dengan ponsel, sementara senyum terpancar di wajah para pengunjung dari segala usia.


Sebanyak 17 mobil hias tampil memukau dalam Surabaya Vaganza 2025, membawa beragam tema mulai dari kekayaan alam Nusantara hingga visualisasi nilai-nilai budaya lokal. Tidak hanya itu, parade juga semakin semarak dengan kehadiran 10 komunitas seni budaya, barisan pelajar, serta marching band yang mempersembahkan koreografi ritmis penuh energi. Parade secara resmi dilepas oleh Wali Kota Surabaya dari depan Tugu Pahlawan, menjadi penanda dimulainya perayaan lintas generasi yang selalu ditunggu-tunggu warga kota. 

Salah satu pengunjung, Ansalma, mengungkapkan rasa antusiasnya. “Aku tertarik datang karena sering lihat posternya di media sosial. Dulu sebelum corona aku rutin nonton, tapi setelah pandemi baru kali ini bisa lihat lagi secara langsung. Dan ternyata tetap semeriah dulu,” ujarnya. Ia juga menyebut penampilan drum band dari TNI dan mobil hias milik Finna sebagai bagian yang paling mencuri perhatian. “Unik dan keren banget, apalagi suasana penontonnya juga ramai dan seru. Aku bangga banget jadi bagian dari Surabaya yang punya acara sebagus ini,” tambahnya. Baginya, Surabaya Vaganza bukan hanya hiburan, tetapi juga kebanggaan yang merekatkan identitas warga. “Maknanya besar, jadi ikon Surabaya tiap tahun. Dan yang aku suka, dari anak-anak sampai orang tua semua ikut terlibat. Semangatnya itu loh, kayak nggak pernah habis.” katanya antusias.

Pihak penyelenggara menyebutkan bahwa parade tahun ini melibatkan lebih dari 450 peserta dari berbagai instansi, sekolah, dan komunitas. Persiapan telah dilakukan dua bulan sebelumnya dengan koordinasi intensif agar acara berjalan lancar dan tetap inklusif. “Surabaya Vaganza tidak hanya memperlihatkan keberagaman budaya, tetapi juga menyatukan masyarakat lewat semangat gotong royong dan cinta kota,” ujar salah satu panitia. Surabaya Vaganza 2025 membuktikan bahwa di tengah dinamika kota yang terus berkembang, ruang-ruang publik masih bisa menjadi tempat berkumpul yang hangat, semarak, dan bermakna. Di balik dentuman musik, derap langkah peserta, dan tepuk tangan penonton, terselip narasi kuat tentang kota yang tak pernah lelah merayakan semangatnya sendiri. Kota yang tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan dan tetap harmonis dalam keberagaman.

Penulis: Alyadita Nora Haliza | Editor: Salsabila Ranaita Ahmad

5/25/2025

Pameran Cross Musea 2025, Hadirkan Pengalaman Lintas Sejarah melalui Teknologi dan Animasi

Cross Musea Arutala (East Walkerz/Fany Agustin F.)


Surabaya, East Walkerz - Pemerintah Kota Surabaya, kembali menghadirkan Pameran Cross Musea yang menjadi wadah edukatif untuk memperkenalkan berbagai koleksi museum dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir sebagai bagian dari peringatan hari jadi Kota Surabaya yang ke-732, pameran ini  diselenggarakan di Museum Dr. Soetomo, dan berlangsung sejak tanggal 21 Mei 2025 lalu hingga 31 Mei 2025. Pameran Cross Musea 2025 ini merupakan hasil kolaborasi UPTD Pengelolaan Museum dengan enam museum nasional yakni, Museum R.A Kartini (Rembang), Museum Multatuli (Banten), Museum Dewantara Kirti Griya, Museum HOS Tjokroaminoto, Museum Dr. Soetomo Surabaya, serta Museum WR Soepratman. 

Mengusung tema “Arutala,” pameran ini menyuguhkan pengalaman unik melalui video animasi yang diproyeksikan ke seluruh dinding ruangan di lantai dua museum. Daya tarik visual ini dilengkapi dengan koleksi peninggalan sejarah seperti buku, foto pahlawan, iringan lagu, hingga alat medis yang memang memiliki kaitan dengan perjalanan para tokoh bangsa.  Tidak hanya menjadi ruang yang memamerkan narasi khas dari tokoh-tokoh berjasa dalam perjuangan dan pembangunan bangsa, kegiatan ini juga menjadi destinasi karya wisata bagi siswa sekolah dasar hingga menengah. Tercatat hingga 29 Mei 2025, terdapat lebih dari 1.300 pengunjung yang telah datang untuk menikmati pameran ini.

Tahun 2025 menjadi tonggak baru bagi Pameran Cross Musea dengan menghadirkan tema yang berbeda dari tiga tahun penyelenggaraan sebelumnya. Salah satu staf Museum Dr. Soetomo, Ibu Rani, menyampaikan bahwa pameran ini diharapkan dapat menjadi sarana edukatif yang mendekatkan pelajar dengan sejarah perjuangan bangsa. “Untuk memperkenalkan tokoh-tokoh pahlawan, terutama yang ada di Surabaya, kepada masyarakat umum. Khususnya agar para pelajar mengenal dan memahami sosok-sosok pahlawan tersebut,” ujarnya.

Salah satu pengunjung mengungkapkan bahwa kehadiran pameran ini memang membawa suasana baru yang dapat menggugah hati pengunjung untuk datang. “Benar-benar senang, karena jarang ada pameran yang benar-benar memiliki animasi, dan ini membuat kita lebih bisa menyukai sejarah karena saya datang kesini selain untuk hiburan di waktu weekend juga sebagai tempat pembelajaran utamanya dalam karya-karya sastranya.” Jelas Laili.

Melalui pendekatan visual dan pemanfaatan teknologi, Pameran Cross Musea 2025 menghadirkan sejarah dengan cara yang lebih segar dan relevan. Konsep ini membuat pengunjung merasakan penjelajahan lintas sejarah dalam satu ruang yang memungkinkan mereka untuk merasakan kedekatan emosional dengan kisah para pahlawan melalui sajian yang interaktif dan menggugah.

Penulis: Fany Agustin Fadhila | Editor: Callula Veda Rinadia


5/23/2025

Hospital Expo: Ajang Inovasi Alat Kesehatan dan Edukasi Layanan Rumah Sakit untuk Masyarakat

Hospital Expo 2025 yang telah diselenggarakan di Convex Hall, Grand City Mall Surabaya pada 20 sampai 25 Mei 2025. Acara ini memiliki dua kegiatan utama yang menjadi fokus pameran, yaitu Pameran Layanan Unggulan Rumah Sakit yang dilaksanakan setiap hari sejak 20 sampai dengan 25 Mei 2025 pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Fokus pameran kedua yaitu Pameran Alat Kesehatan Internasional yang berlangsung pada 21 sampai 22 Mei dengan jam operasional pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB, serta pada 23 Mei 2025 pada pukul 08.00 sampai pukul 17.00 WIB. 

Pameran Layanan Unggulan Rumah Sakit menampilkan berbagai inovasi dan keunggulan layanan dari berbagai rumah sakit terkemuka yang ada di Jawa Timur, seperti RSUD Dr. Soetomo, RS Siloam Surabaya, dan RS Premier Group. Acara ini menjadi sarana yang bermanfaat agar masyarakat dapat lebih mengenal kemampuan dan layanan medis yang tersedia di wilayahnya, sekaligus menjadi kesempatan bagi rumah sakit untuk memperkenalkan layanan unggulan mereka kepada masyarakat. 

Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Surabaya dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI). Dengan mengusung tema edukasi dan inovasi di bidang kesehatan, pameran Hospital Expo 2025 ini menjadi wadah strategis bagi rumah sakit untuk  memperkenalkan layanan kesehatan terbaik mereka kepada masyarakat sekaligus menjalin kerja sama dengan para produsen alat - alat kesehatan dari dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, Pameran Alat Kesehatan Internasional menghadirkan lebih dari 100 perusahaan alat kesehatan dari dalam dan luar negeri, termasuk negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Italia, dan Malaysia. Produk yang dipamerkan meliputi ambulans, peralatan bedah, laboratorium, fisioterapi, hingga sistem manajemen rumah sakit yang telah memiliki teknologi berbasis terkini dan modern. Pameran ini juga menjadi momen strategis bagi rumah sakit untuk membeli dan memperbarui alat kesehatan dengan berbagai penawaran menarik dari vendor. 

Selain pameran, pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang disediakan dari berbagai rumah sakit yang ada selama acara. Pemeriksaan meliputi tes gula darah, kolesterol, asam urat, hemoglobin, tekanan darah, saturasi oksigen, dan cek mata. Layanan ini terbuka untuk umum tanpa biaya, dengan registrasi online sebagai syarat masuk. 

Direktur RSUD Dr. Soetomo, dr. Joni Wahyuhadi, menyampaikan dalam acara ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan layanan unggul milik RSUD Dr. Soetomo seperti, Soetomo Eye Centre, layanan unggulan di bidang oftalmologi yang menjadi andalan rumah sakit ini. “Ini adalah kesempatan bagi rumah sakit kami menunjukkan kualitas layanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat,” ungkapnya. Selama pameran berlangsung, pengunjung dapat berkonsultasi langsung dengan para dokter spesialis mata yang hadir saat itu dan mendapatkan informasi mengenai layanan serta teknologi terbaru yang ditawarkan oleh RSUD Dr. Soetomo.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang bisnis dan edukasi bagi pelaku layanan kesehatan dan rumah sakit, tetapi juga sarana bagi masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat layanan kesehatan yang tersedia serta inovasi alat kesehatan terbaru. Dengan target pengunjung mencapai 3.500 orang, Hospital Expo 2025 diharapkan dapat memperkuat sinergi antara penyedia layanan kesehatan, produsen alat medis, dan masyarakat luas demi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Jawa Timur dan Indonesia

Hospital Expo 2025 juga menghadirkan hiburan berupa lomba paduan suara (padus) yang menambah kemeriahan acara sekaligus memperkuat suasana kebersamaan dan budaya di tengah tengah pameran. Hospital Expo 2025 menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi dan inovasi di sektor kesehatan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap layanan medis modern dan teknologi kesehatan yang lebih canggih. 

Melalui kesempatan ini dengan juga adanya kombinasi antara edukasi, pelayanan, dan hiburan, Hospital Expo 2025 diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan percaya kepada layanan kesehatan dalam negeri yang kita miliki saat ini, serta menjadi momentum penting dalam transformasi pelayanan rumah sakit kepada masyarakat di era digital.


Editor dan Penulis: Citra Permata dan Felisia Lauren

5/21/2025

Jobfair Surabaya 2025: Langkah Nyata Pemkot Surabaya Jembatani Pencari Kerja dan Industri





Job Fair Surabaya 2025 (East Walkerz/Eunike Estefania)

Surabaya, East Walkerz - Kota Surabaya merupakan kota kedua terbesar yang ada di Indonesia. Kota yang sering disebut sebagai Kota Pahlawan ini memiliki peran sebagai salah satu pusat bisnis, perdagangan, dan industri di negara Indonesia. Hal ini menjadikan Surabaya sebagai tempat strategis dalam perekonomian nasional. Sehingga tidak bisa dipungkiri kota ini memiliki banyak tenaga kerja dan masyarakat juga pasti banyak yang berkeinginan mendapat pekerjaan di kota ini. Bahkan masyarakat di luar pulau Jawa juga berbondong-bondong datang ke Surabaya untuk mencari pekerjaan. 


Dalam keadaan yang seperti ini, pemerintah Kota Surabaya melalui DInas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) selalu aktif memfasilitasi masyarakat dalam mengadakan pertemuan secara langsung antara pencari kerja dan perusahaan melalui berbagai kegiatan hingga saat ini. Contoh kegiatan yang diadakan oleh Disperinaker secara rutin setiap tahun adalah Job Fair dan Edu Fair. “Jadi acara ini adalah bentuk upaya dari pemerintah kota Surabaya untuk memfasilitasi jobseeker untuk mencari kerja dengan mudah. Banyak perusahaan yang sedang openrec akan disatukan oleh kami, dan para jobseeker atau pencari kerja bisa melamar ke semua perusahaan tanpa ada batas minimal lamaran. Intinya pemerintah kota Surabaya mempermudah warga Surabaya dalam mencari kerja” ujar Rara yang merupakan salah satu panitia dalam acara Job Fair & Edu Fair 2025.  


Pemerintah menghadirkan 54 perusahaan dengan 49 perusahaan menawarkan penempatan dalam negeri dan 5 perusahaan menawarkan peluang kerja di luar negeri. Total keseluruhan lowongan pekerjaan yang dibuka sebanyak 732 lowongan yang berhasil menarik antusiasme 1.000 orang pencari kerja. Tak hanya itu, pemerintah kota Surabaya juga memberikan bekal kepada masyarakat yang ingin melamar kerja dengan memberikan workshop persiapan kerja. Dalam workshop ini, beberapa hal yang diajarkan adalah pelatihan soft skill untuk wawancara, pembuatan surat lamaran kerja, pencarian kerja digital serta penampilan profesional saat melamar kerja. Bahkan dilakukan juga simulasi wawancara langsung dan pendampingan profesional agar pencari kerja lebih siap menghadapi proses rekrutmen secara nyata. 


Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran serta kemiskinan yang ada di Kota Surabaya. Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah untuk membantu warga keluar dari pengangguran serta kemiskinan yang terhitung masih banyak di kota ini. Fasilitas yang diberikan juga sangat baik, seperti Job Fair & Edu Fair 2025 yang baru diselenggarakan pada 20-21 Mei 2025 kemarin di Convention Hall Surabaya. “Diawali oleh opening, lalu Job Fair 2025 tahun ini ada workshop juga. Workshopnya ada penulisan cv, personal branding, pelatihan MUA, tips dan trik wawancara, pokoknya hal-hal yang berkaitan untuk mempersiapkan kemampuan sumber daya manusia jobseeker. Ini juga cuman 2 hari pelaksanaann eventnya. Lalu akan ada interview dari perusahaannya” ujar kak Rara menjelaskan rangkaian acara Job Fair.


Pemerintah kota Surabaya tidak hanya berperan sebagai penyelenggara saja, tetapi juga sebagai penghubung sistemik antara pencari kerja, lembaga pendidikan, dan industri. Pemerintah mendorong ketersediaan lowongan yang sesuai dengan kompetensi lokal dengan mengkurasi lowongan berdasarkan sektor dominan di Surabaya, seperti perdagangan, jasa, dan industri kreatif. Pemerintah juga menyesuaikan klasifikasi posisi dengan tingkat pendidikan serta keahlian yang dimiliki oleh masyarakat. Hal ini menandakan pemerintah kota Surabaya telah membuat kolaborasi berkelanjutan dengan dunia usaha. Dengan demikian, dari lulusan SMA/SMK hingga sarjana berpeluang mendapat pekerjaan. 


Lapangan pekerjaan di Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan klasik seperti ketimpangan wilayah. Namun, dengan adanya bonus demografi serta reformasi pendidikan serta industri, maka masa depan ketenagakerjaan Indonesia masih memiliki potensi yang cerah. Banyak harapan yang masih diberikan kepada pemerintah, “semoga lapangan pekerjaan di Indonesia lebih diluaskan, karena selama aku magang di sini aku mengetahui kalau lebih banyak perusahaan luar negeri yang membuka lowongan pekerjaan di Indonesia” yang merupakan harapan dari kak Rara yang juga salah satu mahasiswa magang saat ini di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker). Hal yang perlu diperhatikan juga  dalam peningkatan perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja dan pemerataan kesempatan kerja antarwilayah. Semoga program pemerintah kota Surabaya yang teramat bagus ini dapat dicontoh oleh pemerintah kota lainnya, sehingga angka pengangguran di Indonesia dapat semakin menurun dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. 




Penulis: Nadina Lewi

Editor: Eunike Estefania

5/18/2025

"Mall Rasa Festival": Transformasi Pakuwon City Mall Menjadi Destinasi Wisata Tematik



Pintu Masuk Doraemon Spring Festival di PCM Surabaya(East Walkers/Nadina Lewi)


Surabaya, East Walkerz - Masyarakat Surabaya pasti sudah tidak asing lagi dengan tempat destinasi satu ini, Pakuwon City Mall atau juga sering disingkat dengan PCM. Mall ini berada di Jl. Raya Laguna KJW Putih Tambak No. 2, Kelurahan Kejawaan Putih Tambak, Kecamatan Mulyorejo. Tempat ini selalu menjadi incaran para masyarakat Surabaya Timur ketika hari libur tiba, bahkan di hari biasa masyarakat juga bisa datang untuk sekedar berjalan-jalan melepas penat. Keberadaan Pakuwon City Mall tidak hanya sebagai tempat untuk berbelanja, tetapi juga sebagai sarana rekreasi dan tempat untuk bersosialisasi. 


Di kota Surabaya, yang dikenal sebagai kota metropolitan di Indonesia, pastinya memiliki banyak pusat perbelanjaan modern. Sehingga begitu banyak mall yang ada di kota Surabaya, dan membuat persaingan untuk bertahan juga semakin sulit. Setiap mall berlomba-lomba untuk menarik perhatian masyarakat dengan menghadirkan berbagai fasilitas yang bagus serta memberikan promosi yang menarik. Namun Pakuwon City Mall memberikan suasana yang berbeda dengan mall lainnya sebagai strategi kreatif mereka untuk menarik para pengunjung. Strategi kreatif yang diberikan adalah dengan menghadirkan tema yang berbeda setiap bulannya. Hal ini pastinya menjadi daya tarik bagi masyarakat yang penasaran dengan tema apa yang akan ditampilkan di setiap bulan. Pendekatan setiap bulan ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dapat menciptakan pengalaman yang unik serta berkesan.

 

Strategi kreatif ini memberikan dampak positif tentunya bagi peningkatan jumlah pengunjung dan loyalitas pelanggan. Pada dunia yang sangat kompetitif, keberhasilan mall dalam menarik dan mempertahankan pengunjung sangat bergantung pada kemampuannya menciptakan pengalaman yang berbeda dan menyenangkan. Seiring dengan perkembangan gaya hidup masyarakat serta persaingan antar mall, Pakuwon City Mall dapat dikatakan berhasil membedakan dirinya dengan pendekatan yang lebih segar dan relevan terhadap konsumen. Strategi ini juga meningkatkan loyalitas pelanggan melalui pengalaman pelanggan serta interaksi berkelanjutan. Tak hanya itu, Pakuwon City Mall juga berhasil menarik segmen pasar baru, terutama generasi muda dan keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas dalam menyusun strategi pemasaran  bukan hanya soal menarik perhatian sesaat, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen melalui pendekatan yang relevan, segar, dan juga konsisten.


Melalui hal ini, dekorasi dan hiburan memainkan peran yang amat penting dalam menciptakan suasana yang menarik di pusat perbelanjaan terkhususnya di Pakuwon City Mall. Dua hal ini menjadi pelengkap yang membantu meningkatkan pengunjung. Hiburan yang menarik dapat memberikan sentuhan emosional yang membuat pengunjung merasa betah dan ingin kembali. Bahkan terkadang melalui tema yang diberikan, dapat menciptakan suasana yang penuh makna dan kekeluargaan. Beberapa contoh tema yang pernah diangkat oleh Pakuwon City Mall adalah Natal, Imlek, Doraemon, 90’s, Anime, dan masih banyak tema lainnya. Setiap tema pasti menjadi daya tarik atau magnet media sosial bagi anak muda, dikarenakan instalasi seni dan photobooth yang “Instagramable”. Mereka datang tidak hanya berbelanja atau makan, tetapi juga untuk mengabadikan momen dan membagikannya ke media sosial. Aktivitas ini secara tidak langsung menjadi promosi gratis bagi pihak mall. Inilah yang membuat dekorasi dan hiburan menjadi strategi efektif dalam membangun popularitas dan loyalitas di kalangan pengunjung.


Respon pengunjung yang datang ke Pakuwon City Mall ini hampir semua positif. Banyak yang memuji keunikan tema yang berbeda setiap bulannya, kenyamanan suasana, konsep desain yang menarik, dan juga adanya berbagai hiburan seperti live musik. “Mall ini sudah termasuk mall yang sangat bersih dan cocok banget untuk dijadikan tempat quality time bareng keluarga sii” ujar Alya salah satu pengunjung Pakuwon City Mall. Dekorasi yang selalu berganti sesuai tema membuat pengunjung merasa mendapatkan suasana dan pengalaman baru setiap berkunjung ke Pakuwon City Mall. Tak hanya itu, “Mall ini juga pas banget untuk tempat makan bareng temen-temen, karena harganya juga masih terjangkau untuk kantong mahasiswa” ujar Dinda yang merupakan pengunjung. Nah, dari pendapat para pengunjung, mall ini bisa dikatakan memiliki citra sebagai tempat yang ramah bagi berbagai kalangan, baik anak muda maupun orang tua. 


Penulis: Eunike Estefania

Editor: Nadina Lewi






5/16/2025

Kembalinya Piala Rektor 2025 di Tengah Hiruk Pikuk Kampus Bela Negara.

Panggung Piala Rektor 2025 (East Walkerz / Fany Agustin F.)

Surabaya, East Walkerz - Ajang tahunan Piala Rektor yang selalu dinantikan oleh mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur, kini tengah menjadi sorotan. Setelah dua tahun vakum, piala rektor kembali hadir di tahun 2025 ini dengan sejumlah hiruk pikuk yang mulai mencuat ke permukaan. Menjelang gelaran tahunan yang akan dimulai pada tanggal 16 Mei 2025, sejumlah peserta mengeluhkan ketidaksiapan panitia yang dinilai tergesa-gesa dalam menyusun agenda kegiatan. Persiapan yang mendadak dan regulasi yang tidak jelas dianggap menyulitkan peserta dan menurunkan kualitas kompetisi.

Forum yang diadakan secara mendadak pada bulan April lalu bersama dengan perwakilan BEM Fakultas ataupun Himpunan Mahasiswa dari program studi menjadi titik utama adanya ajang ini yang memicu keresahan di kalangan perwakilan fakultas. Dalam forum tersebut, panitia yang memaparkan jenis cabang olahraga serta timeline kegiatan tanpa banyak ruang diskusi membuat sejumlah peserta keberatan karena waktu persiapan yang dinilai sangat terbatas. Setelah mendapatkan banyak respons negatif, akhirnya jadwal sempat diundur. Namun, keputusan tersebut belum cukup memberi ruang napas bagi para peserta.


Kondisi diperburuk dengan belum turunnya regulasi teknis dari beberapa cabang lomba. Hal ini tentunya menyulitkan para peserta untuk melakukan persiapan maksimal, terutama untuk cabang olahraga yang memerlukan pelatihan khusus dan pemahaman aturan kompetisi. “Sampai hari ini beberapa cabor memang belum ada regulasi jelasnya. Utamanya untuk cabor baru seperti Dayung dan Senam Kreativitas. Ini yang jadi PR sih.” tambah B saat diwawancarai pada 07 Mei 2025.


Banyak mahasiswa menilai bahwa keterlambatan ini mencerminkan kurangnya perencanaan dari panitia. Pada akhirnya banyak spekulasi hadir dari para mahasiswa yang membuat mereka merasa bahwa Piala Rektor tahun ini terkesan dipaksakan berjalan meskipun dari segi teknis belum matang. Namun, di tengah kondisi yang tidak ideal ini, semangat peserta tidak luntur. Di berbagai fakultas, latihan dan seleksi tim sudah mulai berjalan. Bak dikejar waktu, mereka mulai memastikan kesiapan masing-masing tim untuk menghadapi kompetisi bergengsi ini. 

Pihak panitia sendiri belum memberikan penjelasan baru terkait keterlambatan regulasi di beberapa lomba. Namun, mereka sebelumnya menyebutkan bahwa proses penyusunan aturan masih dalam tahap koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Terlepas dari berbagai kendala, mahasiswa dari berbagai fakultas membuktikan bahwa semangat kompetisi dan solidaritas tetap menyala di tengah segala keterbatasan yang ada.

Penulis: Fany Agustin Fadhila | Editor: Cetryn Manura S.



Daya Tampung Melonjak, Sudah Siapkah Giri Loka sebagai Fasilitas Utama PKKMB 2025?


Jumlah mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPNVJT) tahun 2025 menembus angka 6.575 orang—rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Kenaikan ini turut menambah tekanan pada pelaksanaan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), yang selama ini bergantung pada Auditorium Giri Loka sebagai pusat kegiatan. Namun, dengan kapasitas maksimal hanya 2.186 kursi, lonjakan jumlah peserta kembali memunculkan pertanyaan soal kesiapan logistik kampus.

Tren kenaikan jumlah mahasiswa baru tercatat cukup fluktuatif dalam empat tahun terakhir. Pada 2022 dan 2023, angka penerimaan berkisar di atas lima ribu mahasiswa. Sempat menurun pada 2024, namun tahun ini melonjak drastis hingga mendekati 6.575 orang.

Infografis ini menampilkan visualisasi jumlah mahasiswa per tahun, distribusi per fakultas, serta perbandingan langsung antara kapasitas Auditorium Giri Loka dan total peserta PKKMB tiap tahunnya.

Bagaimana strategi kampus pada PKKMB 2025 nanti untuk mengatasi problem tahunan ini?


Reporter: Najwa Aisyah S. | Ilustrator: Ulul Divani Azmi, Callula Veda R.


Terkini

Mahasiswa ITS dan UNAIR Unjuk Gigi di IIMS Surabaya 2025 Lewat Kendaraan Ramah Lingkungan

IIMS Surabaya 2025(East Walkerz/Callula Veda) Surabaya, East Walkerz - Surabaya kembali menjadi saksi geliat anak muda dalam memajukan tekno...

Populer Post